Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Tata Cahaya

1.    Pengertian Tata Cahaya 
 
 
Tata cahaya adalah seni pengaturan cahaya dengan mempergunakan peralatan pencahayaan agar kamera mampu melihat obyek dengan jelas, dan menciptakan ilusi sehingga penonton mendapatkan kesan adanya jarak, ruang, waktu dan suasana dari suatu kejadian yang dipertunjukkan dalam suatu pementasan. Seperti halnya mata manusia, kamera video membutuhkan cahaya yang cukup agar bisa berfungsi secara efektif. Dengan pencahayaan penonton akan bisa melihat seperti apa bentuk obyek, di mana dia saling berhubungan dengan obyek lainnya, dengan lingkungannya, dan kapan peristiwa itu terjadi.
Kerja kamera elektronik sangat dipengaruhi oleh sistem pencahayaan . Hal ini sesuai dengan karakter sistem proses perekaman gambar oleh kamera elektronik, sehingga masalah-masalah mengenai tata cahaya sangatlah penting peranannya dalam sebuah kegiatan perekaman gambar.
Cahaya menurut sumbernya dibedakan dalam Cahaya bersumber dari alam, seperti cahaya matahari ( natural light/daylight) dan Cahaya yang diciptakan atau bersumber dari lampu, api (artifisial light/tungsten)
Sumber cahaya itu sendiri mempunyai karakteristik jenis cahaya dan intensitas cahaya yang bermacam-macam. Kita abaikan dulu permasalahan ini, kita coba untuk memperlakukan sebuah sistem yang aplikatif terhadap kerja kamera.Seperti teori dasar tata cahaya. Dalam setiap pengambilan gambar dipengaruhi oleh kondisi tata cahaya yang ada, apapun kondisinya tetapi hasilnyapun juga mengikuti kondisi tata cahaya tersebut. Namun untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal maka kita dapat mengikuti teori dasar tata cahaya yang berlaku, walaupun pada praktek kerja kita dapat mengembangkan kreasi kita sesuai keinginan dan hasil yang akan dicapai. 
KUALITAS CAHAYA
a. Hard light
Disebut dengan cahaya keras yang dihasilkan dari sumber cahaya dengan intensitas yang tinggi, cahaya lebih bersifat spot. Menghasilkan kekontrasan yang tinggi dan bayangan yang keras (gelap – terangnya).
b. Soft Light
Disebut juga cahaya yang lembut karena dihasilkan dari sumber terpendar dan halus biasanya cahaya yang dipancarkan adalah flood dan dibarengi dengan filter atau elemen penghalus pemendaran cahaya.Kontras yang dihasilkan lebih tipis sehingga bayangan yang dihasilkan juga tidak keras.
 
Cahaya berdasarkan konsep dasar pencahayan dapat dibedakan :
a.  Natural Light
Cahaya natural yang sumber cahaya dalam satu frame atau adengan maupun scene bersumber dari cahaya yang bersifat natural. Misalnya cahaya pagi hari dari sebelah timur (key). Maka shot-shot dalm scene tersebut key lightnya dari arah yang sama.
c. Pictorial Light/Arificial Light
Cahaya yang bersifat artistik atau ciptaan. dibentuk sesuai kebutuhan artistik, mood sebuah adegan atau scene. Jadi arah sumber cahaya (key) dapat berubah-ubah sesuai dengan kebutuhan artistic gambar atau mood dari adegan tersebut.
                                                     
Direction of Light
Pencahayaan yang dibedakan berdasarkan arah cahaya dan jatuhnya cahaya ke subjek dapat dibedakan:
a.  Top Light
Cahaya yang datang dari arah atas subjek, sebagai ambient/base light juga menciptakan suasana tertekan pada subjek.  
b. Eye Light
Cahaya yang ditujukan pada posisi mata subjek guna untuk menguatkan kekuatan yang dimunculkan dari  mata.
c.Accent Light
Cahaya yang dibuat sebagai aksen diluar subjek untuk menciptakan kedalaman dan mood tertentu. Biasanya ditujukan pada background
Color Temperature (Suhu Warna)
Suhu cahaya  yang berbeda akan menghasilkan suhu warna yang berbeda pula. Lampu neon memberikan cahaya berwarna hijau kebiru-biruan, lampu tangsten halogen menghasilkan warna kuning kemerah-merahan, sinar cahaya  matahari memancarkan warna putih kebiru-biruan. 
Perbedaan ini sebenarnya karena adanya perbedaan derajad suhu warna yang diukur dalam Derajad Kelvin. 
Semakin rendah derajad Kelvin, maka suhu warnanya kemerah-merahan sedangkan semakin tinggi derajad Kelvinnya maka suhu warna cenderung kebiru-biruan.
Daftar derajad Kelvin dengan sumber cahaya
10.000 Kelvin
Langit biru
9.000 Kelvin
Langit mendung
7.000 Kelvin
5.600 Kelvin
Cahaya matahari (DAY LIGHT)
4.900 Kelvin
Lampu Neon
4.200 Kelvin
2 jam setelah matahari terbit/
Sebelum terbenam (TUNGSTEN)
3.800 Kelvin
1 Jam setelah matahari terbit
3.200 Kelvin
Lampu halogen
2.800 Kelvin
Lampu Pijar
2.200 Kelvin
Matahari terbit/terbenam
1.600 Kelvin
Cahaya Matahari
Jika kita melihat matahari atau lampu buatan manusia lainnya, maka cahaya yang dihasilkan adalah pijar putih atau kuning. Jadi cahaya tersebut merupakan perpaduan dari beberapa HUE dalam spektrum.Apabila berbeda sumber pencampurannya maka akan menghasilkan campuran yang berbeda pula yang ditangkap oleh mata manusia.
2.    PRINSIP DASAR TATA CAHAYA
Ini sudah menjadi rumusan atau formula dasar sebuah pencahayaan dalam produksi video, film, dan foto. Tiga poin penting itu terdiri atas : Key Light, Fill Light, Back Light
a. Key Light
Pencahayaan utama yang diarahkan pada objek. Keylight merupakan sumber pencahayaan paling dominan. Biasanya keylight lebih terang dibandingkan dengan fill light. Dalam desain 3 poin pencahyaan, keylight ditempatkan pada sudut 45 derajat di atas subjek.Fill Light
b. Fill light
Pencahayaan pengisi, biasanya digunakan untuk menghilangkan bayangan objek yang disebabkan oleh key light. Fill light ditempatkan berseberangan dengan subyek yang mempunyai jarak yang sama dengan keylight. Intensitas pencahyaan fill light biasanya setengah dari key light.
c. Back Light
Pencahayaan dari arah belakang objek, berfungsi untuk meberikan dimensi agar subjek tidak “menyatu” dengan latar belakang. Pencahyaan ini diletakkan 45 derajat di belakang subyek. Intensitas pencahyaan backlight sangat tergantung dari pencahayaan key light dan fill light, dan tentu saja tergantung pada subyeknya. Misal backlight untuk orang berambut pirang akan sedikit berbeda dengan pencahayaan untuk orang dengan warna rambut hitam.
3.    Fungsi tata cahaya
Tata cahaya yang hadir di atas panggung dan menyinari semua objek sesungguhnya menghadirkan kemungkinan bagi sutradara, aktor, dan penonton untuk saling melihat dan berkomunikasi. Semua objek yang disinari memberikan gambaran yang jelas kepada penonton tentang segala sesuatu yang akan dikomunikasikan. Dengan cahaya, sutradara dapat menghadirkan ilusi imajinatif. Banyak hal yang bisa dikerjakan bekaitan dengan peran tata cahaya tetapi fungsi dasar tata cahaya ada empat, yaitu penerangan, dimensi, pemilihan, dan atmosfir (Mark Carpenter, 1988).
-       Penerangan. Inilah fungsi paling mendasar dari tata cahaya. Lampu memberi penerangan pada pemain dan setiap objek yang ada di atas panggung. Istilah penerangan dalam tata cahaya panggung bukan hanya sekedar memberi efek terang sehingga bisa dilihat tetapi memberi penerangan bagian tertentu dengan intensitas tertentu. Tidak semua area di atas panggung memiliki tingkat terang yang sama tetapi diatur dengan tujuan dan maksud tertentu sehingga menegaskan pesan yang hendak disampaikan melalui laku aktor di atas pentas.
-       Dimensi. Dengan tata cahaya kedalaman sebuah objek dapat dicitrakan. Dimensi dapat diciptakan dengan membagi sisi gelap dan terang atas objek yang disinari sehingga membantu perspektif tata panggung. Jika semua objek diterangi dengan intensitas yang sama maka gambar yang akan tertangkap oleh mata penonton menjadi datar. Dengan pengaturan tingkat intensitas serta pemilahan sisi gelap dan terang maka dimensi objek akan muncul.
-       Pemilihan. Tata cahaya dapat dimanfaatkan untuk menentukan objek dan area yang hendak disinari. Jika dalam film dan televisi sutradara dapat memilih adegan menggunakan kamera maka sutradara panggung melakukannya dengan cahaya. Dalam pementasan tertentu, penonton secara normal dapat melihat seluruh area panggung, untuk memberikan fokus perhatian pada area atau aksi tertentu sutradara memanfaatkan cahaya. Pemilihan ini tidak hanya berpengaruh bagi perhatian penonton tetapi juga bagi para aktor di atas pentas serta keindahan tata panggung yang dihadirkan.
-       Atmosfir. Yang paling menarik dari fungsi tata cahaya adalah kemampuannya menghadirkan suasana yang mempengaruhi emosi penonton. Kata “atmosfir” digunakan untuk menjelaskan suasana serta emosi yang terkandung dalam peristiwa lakon.Tata cahaya mampu menghadirkan suasana yang dikehendaki oleh lakon. Sejak ditemukannya teknologi pencahayaan panggung, efek lampu dapat diciptakan untuk menirukan cahaya bulan dan matahari pada waktu-waktu tertentu. Misalnya, warna cahaya matahari pagi berbeda dengan siang hari. Sinar mentari pagi membawa kehangatan sedangkan sinar mentari siang hari terasa panas. Inilah gambaran suasana dan emosi yang dapat dimunculkan oleh tata cahaya
Keempat fungsi pokok tata cahaya di atas tidak berdiri sendiri. Artinya, masing-masing fungsi memiliki interaksi (saling mempengaruhi). Fungsi penerangan dilakukan dengan memilih area tertentu untuk memberikan gambaran dimensional objek, suasana, dan emosi peristiwa. Gambar berikut memperlihatkan interaksi fungsi pokok tata cahaya.
Selain keempat fungsi pokok di atas, tata cahaya memiliki fungsi pendukung yang dikembangkan secara berlainan oleh masing-masing ahli tata cahaya. Beberapa fungsi pendukung yang dapat ditemukan dalam tata cahaya adalah sebagai berikut.
-       Gerak. Tata cahaya tidaklah statis. Sepanjang pementasan, cahaya selalu bergerak dan berpindah dari area satu ke area lain, dari objek satu ke objek lain. Gerak perpindahan cahaya ini mengalir sehingga kadang-kadang perubahannya disadari oleh penonton dan kadang tidak. Jika perpindahan cahaya bergerak dari aktor satu ke aktor lain dalam area yang berbeda, penonton dapat melihatnya dengan jelas. Tetapi pergantian cahaya dalam satu area ketika adegan tengah berlangsung terkadang tidak secara langsung disadari. Tanpa sadar penonton dibawa ke dalam suasana yang berbeda melalui perubahan cahaya.
-       Gaya. Cahaya dapat menunjukkan gaya pementasan yang sedang dilakonkan. Gaya realis atau naturalis yang mensyaratkan detil kenyataan mengharuskan tata cahaya mengikuti cahaya alami seperti matahari, bulan atau lampu meja. Dalam gaya Surealis tata cahaya diproyeksikan untuk menyajikan imajinasi atau fantasi di luar kenyataan seharihari. Dalam pementasan komedi atau dagelan tata cahaya membutuhkan tingkat penerangan yang tinggi sehingga setiap gerak lucu yang dilakukan oleh aktor dapat tertangkap jelas oleh penonton.
-       Komposisi. Cahaya dapat dimanfaatkan untuk menciptakan lukisan panggung melalui tatanan warna yang dihasilkannya.
-       Penekanan. Tata cahaya dapat memberikan penekanan tertentu pada adegan atau objek yang dinginkan. Penggunaan warna serta intensitas dapat menarik perhatian penonton sehingga membantu pesan yang hendak disampaikan. Sebuah bagian bangunan yang tinggi yang senantiasa disinari cahaya sepanjang pertunjukan akan menarik perhatian penonton dan menimbulkan pertanyaan sehingga membuat penonton menyelidiki maksud dari hal tersebut.
-       Pemberian tanda. Cahaya berfungsi untuk memberi tanda selama pertunjukan berlangsung. Misalnya,  fade out untuk mengakhiri sebuah adegan, fade in untuk memulai adegan dan black out sebagai akhir dari cerita. Dalam pementasan teater tradisional, black out biasanya digunakan sebagai tanda ganti adegan diiringi dengan pergantian set

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Penyutradaraan

Sinematografi adalah kata serapan dari bahasa Inggris Cinematography yang berasal daribahasa Latin kinema ‘gambar’. Sinematografi sebagai ilmu terapan merupakan bidang ilmuyang membahas tentang teknik menangkap gambar dan menggabung-gabungkan gambar tersebut sehingga menjadi rangkaian gambar yang dapat menyampaikan ide (dapat mengemban cerita).Sinematografi memiliki objek yang sama dengan fotografi yakni menangkap pantulan cahaya yang mengenai benda. Karena objeknya sama maka peralatannyapun mirip. Perbedaannya, peralatan fotografi menangkap gambar tunggal, sedangkan sinematografi menangkap rangkaian gambar. Penyampaian ide pada fotografi memanfaatkan gambar tunggal, sedangkan pada sinematografi memanfaatkan rangkaian gambar. Jadi sinematografi adalah gabungan antara fotografi dengan teknik perangkaian gambar atau dalam sinematografi disebut montase (montage).
Sinematografi sangat dekat dengan film dalam pengertian sebagai media penyimpan maupun sebagai genre seni. Film sebagai media penyimpan adalah pias (lembaran kecil) selluloid yakni sejenis bahan plastik tipis yang dilapisi zat peka cahaya. Benda inilah yang selalu digunakan sebagai media penyimpan di awal pertumbuhan sinematografi. Film sebagai genre seni adalah produk sinematografi
Film mempunyai banyak pengertian yang masing-masing artinya dapat dijabarkan secara luas. Film merupakan media komunikasi sosial yang terbentuk dari penggabungan dua indra, penglihatan dan pendengaran, yang mempunyai inti atau tema sebuah cerita yang banyak mengungapkan realita sosial yang terjadi di sekitar lingkungan tempat dimana film itu sendiri tumbuh. Film sendiri dapat juga berarti sebuah industri, yang mengutamakan eksistensi dan ketertarikan cerita yang dapat mengajak banyak orang terlibat. Film berbeda dengan cerita buku, atau cerita sinetron. Walaupun sama-sama mengangkat nilai esensial dari sebuah cerita, film mempunyai asas sendiri. Selain asas ekonomi bila dilihat dari kacamata industri, asas yang membedakan film dengan cerita lainnya adalah asas sinematografi. Asas sinematografi tidak dapat digabungkan dengan asas-asas lainnya karena asas ini berkaitan dengan pembuatan film. Asas sinematografi berisikan bagaimana tata letak kamera sebagai alat pengambilan gambar, bagaimana tata letak properti dalam film, tata artistik, dan berbagai pengaturan pembuatan film lainnya.
Film sebagai Genre Seni
Istilah film pada mulanya mengacu pada suatu media sejenis plastik yang dilapisi dengan zat peka cahaya. Media peka cahaya ini sering disebut selluloid. Dalam bidang fotografi film ini menjadi media yang dominan digunakan untuk menyimpan pantulan cahaya yang tertangkap lensa. Pada generasi berikutnya fotografi bergeser pada penggunaan media digital elektronik sebagai penyimpan gambar. Dalam bidang sinematografi perihal media penyimpan ini telah mengalami perkembangan yang pesat. Berturut-turut dikenal media penyimpan selluloid (film), pita analog, dan yang terakhir media digital (pita, cakram, memori chip). Bertolak dari pengertian ini maka film pada awalnya adalah karya sinematografi yang memenfaatkan media selluloid sebagai penyimpannya. Sejalan dengan perkembangan media penyimpan dalam bidang sinematografi, maka pengertian film telah bergeser. Sebuah film cerita dapat diproduksi tanpa
menggunakan selluloid (media film). Bahkan saat ini sudah semakin sedikit film yang menggunakan media selluloid pada tahap pengambilan gambar. Pada tahap pasca produksi gambar yang telah diedit dari media analog maupun digital dapat disimpan pada media yang fleksibel. Hasil akhir karya sinematografi dapat disimpan Pada media selluloid, analog maupun digital. Perkembangan teknologi media penyimpan ini telah mengubah pengertian film dari istilah yeng mengacu pada bahan ke istilah yeng mengacu pada bentuk karya seni audio-visual. Singkatnya film kini diartikan sebagai suatu genre (cabang) seni yang menggunakan audio (suara) dan visual (gambar) sebagai medianya.
Film adalah gambar-hidup, juga sering disebut movie. Film, secara kolektif, sering disebut sinema. Sinema itu sendiri bersumber dari kata kinematik atau gerak. Film juga sebenarnya merupakan lapisan-lapisan cairan selulosa, biasa di kenal di dunia para sineas sebagai seluloid. Pengertian secara harafiah film (sinema) adalah Cinemathographie yang berasal dari Cinema + tho = phytos (cahaya) + graphie = grhap (tulisan = gambar = citra), jadi pengertiannya adalah melukis gerak dengan cahaya. Agar kita dapat melukis gerak dengan cahaya, kita harus menggunakan alat khusus, yang biasa kita sebut dengan kamera
Film dihasilkan dengan rekaman dari orang dan benda (termasuk fantasi dan figur palsu) dengan kamera, dan/atau oleh animasi. Kamera film menggunakan pita seluloid (atau sejenisnya, sesuai perkembangan teknologi). Butiran silver halida yang menempel pada pita ini sangat sensitif terhadap cahaya. Saat proses cuci film, silver halida yang telah terekspos cahaya dengan ukuran yang tepat akan menghitam, sedangkan yang kurang atau sama sekali tidak terekspos akan tanggal dan larut bersama cairan pengembang (developer).

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

PHOTOGRAPHY

SEJARAH PHOTOGRAPHY
Photography yang berasal dari bahasa Yunani yaitu “Fos” : Cahaya dan “Grafo” : Melukis/menulis. Adalah proses melukis/menulis dengan menggunakan media cahaya. Sebagai istilah umum, photography berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau photo dari suatu objek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai objek tersebut pada  media yang peka cahaya. Alat paling popular untuk menangkap cahaya ini adalah kamera. Tanpa cahaya, tidak ada photo yang bias dibuat.
Prinsip photography adalah memfokuskan cahaya dengan bantuan pembiasan sehinnga mampu membakar medium penangkap cahaya. Medium yang telah dibakar dengan ukuran luminitas cahaya yang tepat akan ,menghasilkan bayangan identik dengan cahaya yang memasuki medium pembiasan (selanjutnya disebut lensa).
Untuk menghasilkan intensitas cahaya yang tepat untuk menghasilkan gambar, digunakan bantuan alat ukur berupa lightmeter. Setelah mendapat ukuran pencahayaan yang tepat, seorang photographer bias mengatur intensitas cahaya tersebut dengan mengubah kkombinasi ISO/ASA (ISO Speed), diafragma (Aperature), dan kecepatan rana (Speed). Kombinasi antara ISO, Diafragma dan Speed disebut sabagai pajanan (Exposure).
Di era photography digital dimana film tidak digunakan berkembang menjadi Digital ISO.
·         1822 – Joseph Nicephore Niepce membuat photo heliografi pertama dengan subjek Paus Pius VII, menggunakan proses heliografik. Salah satu photo yang bertahan hingga sekarang dibuat pada tahun 1825.
·         1826 - Joseph Nicephore Niepce membuat photo pemandangan yang pertama, yang dibuat pajangan selama 8 jam.
·         1835 – William Henry Fox Talbot menemukan proses photography yang baru.
·         1839 – Louis Daguerre mematenkan daguerreotype. William Hendry Fox Tablot menemukan proses positif/negative yang disebut Tabotype.
·         1839 – John Herschel menemukan film negatif dengan larutan Sodium thiosulfate/hyposultife of soda yang disebut hypo atau fixer.
·         1851 – Federick Scott Archer memperkenalkan proses koloid.
·         1854 – Andre Adolphe Eugene Disderi memperkenalkan rotating camera yang dapat merekam 8 citra berbeda dalam satu film. Setelah hasilnya dicetak di atas kertas albumen, citra tersebut dipotong menjadi 8 bagian terpisah dan direkatkan pada lembaran kartu. Kartu ini menjadi inspirasi penyebutan (fr:carte de visite, bahasa inggris:visiting card).
·         1861 – Photo berwarna yang pertama diperkenalkan oleh James Clerk Maxwell.
·         1868 – Louis Docus du Hauron mematenkan metode subtractive color photography.
·         1871 – Richard Maddox menemukan film fotografis dari emulsi gelatin.
·         1876 – F. Hurter & V.C. Driffield memulai evaluasi sistematis pada kepekaan emulsi fotografis yang kemudian dikenal dengan istilah sensitometri.
·         1878 – Eadweard Muybridge membuat sebuah photo highspeed photographic dari seekor kuda yang berlari.
·         1887 – Film Seluloid yang pertama diperkenalkan.
·         1888 – Kodak memasarkan box kamera no1, kamera easy-to-use yang pertama.
·         1887 – Gabriel Lippmann menemukan reproduksi warna pada photo.
·         1891 – Thomas Alva Edison mematenkan kamera kinetoskopis (motion picture).
·         1895 – Auguste and Louis Lumiere menemukan cinematographe.
·         1898 – Kodak memperkenalkan folding pocket Kodak.
·         1900 – Kodak memperkenalkan produk kamera Brownie.
·         1901 – Kodak memperkenalkan 120 film.
·         1902 – Arthur Korn membuat teknologi phototelegraphy yang mengubah citra menjadi sinyal yang dapat ditransmisikan melalui kabel. Wire-photos digunakan luas didaratan Eropa pada tahun 1910 dan transmisi antar benua dimulai sejak 1922.
·         1907 – Autochrome Lumiere merupakan pemasaran proses fotografi berwarna yang pertama.
·         1912 – Vest Pocket Kodak menggunakan 127 film.
·         1913 – Ditemukan kinemacolor, yaitu sebuah system “natural color” untuk penayangan komersial.
·         1914 – Kodak memperkenalkan sistem autographic film.
·         1920 – Yasujiro Niwa menemukan peralatan untuk transmisi phototelegraphic melalui gelombang radio.
·         1923 – Doc Harold Edgerton menemukan xenon flash lamp dan strobe photography.
·         1925 – Leicha memperkenalkan format film 35 mm pada still photography.
·         1932 – Tayangan berwarna pertama dari Technicolor Flowers and Trees dibuat oleh Disney.
·         1934 – Kartrid film 135 diperkenalkan, membuat kamera 35 mm mudah digunakan.
·         1936 – IHAGEE membuat lhagee Kina Exakta 1. Kamera SLR 35 mm yang pertama. Kodachrome mengembangkan multi-layered reversal color film yang pertama.
·         1837 – Afgacolor – Neu mengembangkan reversal color film.
·         1939 – Afgacolor membuat “print” film modern yang pertama dengan materi warna positif/negatif. View-Master memperkenalkan kamera stereo viewer.
·         1942 – Kodacolor memasarkan “print” film Kodak yang pertama.
·         1947 – Dennis gabor menemukan holography. Harold Edgerton mengembangkan repatronic camera untuk pemerintah Amerika Serikat.
·         1948 – Kamera Hasselblad mulai dipasarkan. Edwin H. land membuat kamera instan yang pertama dengan merk Polaroid.
·         1952 – Era 3-D film dimulai.
·         1954 – Leica M diperkenalkan.
·         1957 – Asahi Pentax memperkenalkan kamera SLR-nya yang pertama.
·         1957 – Citra digital yang pertama dibuat dengan computer oleh Russell Kirsch di U.S. National Bureau of Standards (sekarang bernama National Institute of Standars and Technology, NIST).
·         1959 – Nikon F diperkenalkan. AFGA memperkenalkan kamera otomatis yang pertama, Optima.
·         1963 – Kodak memperkenalkan Instamtic.
·         1964 – Kamera Pentax Spotmatic SLR diperkenalkan.
·         1973 – Fairchild Semiconductor memproduksi sensor CCD skala besar yang terdiri dari 100 baris dan 100 kolom.
·         1975 – Bryce Bayer dari Kodak mengembangkan ppola mosaic filter Bayer untuk CCD color image sensor.
·         1986 – Ilmuan Kodak menemukan sensor dengan kapasitas megapiksel yang pertama.
·         2005 – AgfaPhoto menyatakan bangkrut. Produksi film konsumen bermerk Agfa terhenti.
·         2006 – Dalsa membuat sensor CCD dengan kapasitas 111 megapiksel, yang terbesar saat itu.
·         2008 – Polaroid mengumumkan penghentian semua prouksi produk film instan berkaitan dengan semakin berkembangnya teknologi citra digital.
·         2009 – Kodak mengumukkan penghentian film Kodachrome 

 MATERI PENCAHAYAAN DALAM PHOTOGRAPHY
Cahaya dalam fotografi adalah unsur yang paling penting dan utama untuk menciptakansebuah gambar, image atau foto.Fotografi sendiri berarti : menggambar dengan cahayaTanpa adanya cahaya kita bagai berada di ruang yang gelap gulita tanpa dapat melihatapapun juga. Kita dapat melihat obyek, memfokuskan lensa kamera dan menekan ranamerekam gambar ke dalam film semata-mata karena adanya cahaya.  Cahaya memberikan informasi tentang struktur bentuk objet yang akan di foto. Apa yang kita lihat pada benda adalah akibat dari pantulan cahaya ke benda tersebut yang kita tangkap dengan mata.  Pencahayaan yang diatur dengan baik akan mampu memperlihatkan hasil yang berbentuk dua dimensi (foto) menjadi seakan tiga dimensi. Cahaya dapat menambahkan mood atau rasa dalam sebuah karya foto sebagai contoh dalam semua film horor yang menyeramkan selalu diberi penyinaran dari bawah.. sehingga penonton me rasa seram.Sebuah foto akan tampak indah jika mendapat cahaya yang cukup bagus. Semua settingyang kita lakukan dalam aperture, shutter speed dan ISO sebenarnya merujuk pada usahauntuk mendapatkan cahaya yang cukup.Kemampuan seorang fotografer dalam mengatur dan menghitung pencahayaan akanmenentukan kualitas gambar yang dihasilkan.Cahaya yang seperti apa yang diharapkan dalam sebuah pemotretan sebetulnya sangatbergantung pada kesan apa yang ingin ditimbulkan dan bagaimana komposisi yangdiharapkan dari cahaya & bayangan dalam foto.Untuk awal, yang harus diperhatikan dari cahaya adalah:
1. Intensitas,seberapa kuat cahaya tersebut. Cahaya yang sangat kuat akan menimbulkan bayanganyang jelas (harsh) sedangkan cahaya yang lemah akan menimbulkan bayangan yanglembut (soft). Pada pemotretan di luar ruang, cahaya alami (matahari) akan tersedia sejakterbit matahari (skitar 05.00) hingga senja (sekitar 18.00), adapun cahaya denganintensitas tinggi akan diperoleh pada 09.00-15.00.
2. Arah datang cahaya,ini akan berpengaruh pada metering dan komposisi hilight & shadow pada obyek. Arahdatang cahaya secara jelas akan mempengaruhi arah dan ukuran bayangan. Padapemotretan model, arah datangnya cahaya juga mempengaruhi ekspresi model.
3. Spektrum,atau banyaknya ‘warna’ yang terkandung dalam cahaya. Cahaya matahari yang berwarna putih kekuningan sebetulnya merupakan gabungan dari banyak spektrum warna, beberapadi antaranya mungkin anda ingat sebagai jajaran warna pelangi mejikuhibniu, tapisebetulnya spektrum cahaya matahari lebih luas dari itu.Adapun sumber pencahayaan dalam pemotretan dapat dibagi menjadi:
1. Available light (ambient),Available light yaitu cahaya yang ada atau tersedia pada saat pemotretan, baik berupa cahaya alami(sinar matahari) maupun cahaya buatan seperti lampu atau lilin yang tidak dikhususkan untuk tujuanpemotretan
2. Artificial light,Artifical light yaitu cahaya yang sengaja diadakan untuk tujuan pemotretan. Pencahayaan tipe inidibedakan lagi menjadi 2 macam, yaitu: 
1 Continuous source, yaitu sumber cahaya yang terus menerus menyala, misalnya lampu spot (studio light)  
2 Uncontinuous source, yaitu sumber cahaya yang hanya menyala sesaat saat pemotretan, biasanya berupa flash/ blitz.
Fungsi Cahaya/Pencahayaan Menerangi objek Melihat, memfokus, memotret Menginformasikan tentang objek Memberikan nuansa, rasa.
Sifat Dasar Cahaya /Pencahayaan 
1. Cahaya dapat menembus Cahaya dapat menembus bahan-bahan yang tidak padat seperti kain, kertas kalkir dan kaca sehingga kualitas kerasnya cahaya dapat dibuat lunak atau soft. 
2. Cahaya dapat difokuskan Cahaya dapat kita salurkan kearah mana kita kehendaki, dia dapat dikumpulkan dan difokuskan agar kuantitasnya lebih besar lagi. Sebagai contoh adalah sinar Matahari yang difokuskan oleh surya kanta atau kaca pembesar. 
3. Cahaya dapat dipantulkan Cahaya itu dapat pula kita belokan atau kita pantulkan dengan benda yang mempunya daya pantul yang tinggi seperti cermin, styrofoam, kertas perak dll yang lazim kita sebut dengan reflektor untuk menyinari bagian-bagian yang gelap. 
4. Cahaya mempunyai warna Semua sumber cahaya mempunyai warna atau umumnya kita sebut dengan suhu warna dalam hitungan derajat Kelvin dan dapat diukur dengan Kelvin Meter / Color Meter. Walaupun tidak secara fisik memberikan efek yang sama dengan suhu panasnya api atau dinginnya es, secara psikologi warna dapat juga dikelompokan seperti contoh warna yang hangat (merah & kuning) dan dingin (biru & hijau). Cahaya dari sang Suryapun mempunyai warna yang berbeda disepanjang hari Pada pagi dan sore hari akan memberikan warna tone color atau warna yang hangat kekuning kuningan, maka dari itu pemotretan model di outdoor dianjurkan pada saat seperti ini. Derajat Kelvin rata-rata pada siang hari adalah 5500K Lilin 1800K Bohlam 100watt 2850K Bohlam 500watt 3200K Fotoflood 3400K Flash 5500- 5700K Langit biru 10000-12000KC. Elemen Dasar Pencahayaan Main/key Light disebut juga cahaya utama. Key light merupakan bagian utama dan terpenting dalam pencahayaan dalam fotografi. Fungsi dari key light adalah untuk memberikan pencahayaan kepada objek fotografi sehingga memberikan kesan bentuk dan dimensi dari objek tersebut. Key Light merupakan bagian pemberian pencahayaan yang paling terang dalam pencahayaan fotografi. Fill light adalah cahaya pengisi yang digunakan untuk membantu menerangi daerah yang gelap atau bayangan. Biasanya peletakan fill in Light berlawanan arah dengan main light. Intensitas fill in light biasanya lebih kecil dari main light. Back light/Background light kadang disebut juga dengan istilah rim light. Banyak orang mengartikan rim light dengan cahaya yang menerangi dari arah belakang tetapi agak menyamping. Sementara Back Light didifinisikan cahaya yang benar-benar datang dari arah tegak lurus dari belakang. Back light kadang disebut juga dengan istilah rim light. Banyak orang mengartikan rim light dengan cahaya yang menerangi dari arah belakang tetapi agak menyamping. Sementara Back Light didifinisikan cahaya yang benar-benar datang dari arah tegak lurus dari belakang. Rim Light cahaya yang datang dari arah belakang objek. Namun banyak orang yang berpendapat Rim Light dengan cahaya yang datang dari arah belakang namun menyamping. Rim Light juga digunakan untuk menghasilkan pinggiran atau sisi-sisi objek menjadi berpendar. Rim Light menghasilkan cahaya aksen yang member tambahan dimensi atau kedalaman pada objek. Background light merupakan cahya yang digunakan untuk menerangi latar belakang. Selain memberikan pencahayaan pada latar belakang, penggunaan Background light berguna untuk memisahkan anatar objek dengan latar belakang.
Beberapa contoh teknik key light dalam pemotretan :High Key Lighting High Key LightingTeknik pencahayaan yang menghasilkan warna sangat kontras yang di dominasi oleh warna terang,biasanya warna putih. Kesan yang dihasilkan adalah bersih, putih, suci, lembut. Paling sesuaibiasanya untuk fotografi produk, kosmetik, dan jenis foto yang memerlukan penguatan pada produk.Low Key Lighting Low Key LightingLOW KEY lighting sebenarnya mirip dengan teknik HI-KEY, sama-sama menonjolkan kontras darisebuah objek foto. Bedanya terletak pada eksekusi serta hasil akhir. Pada foto LOWKEY pencayahaan sangat minim, hanya ditekankan pada bagian-bagian tertentu objek foto. Foto inisangat cocok untuk menampilkan kesan sedih, dalam, eksotis, mistis, dan sebagainya.Setting lampu biasanya sangat minim. Bisa menggunakan satu jenis lampu atau dua untukmenghasilkan detail dan kedalaman foto.Candle Light Candle Light - Photo by: TuhinHasil dari teknik pencahayaan ini mirip dengan LOW KEY. Bedanya terletak pada sumber cahayayang digunakan, biasanya dari lilin atau sumber cahaya lain yang mirip lilin. Foto yang dihasilkanmemberi kesan dalam, kuat, damai, dan teduh.Teknik ini kebanyakan digunakan untuk foto-foto religius, produk, dan jenis foto lain yang inginmemberikan kesan damai dan teduh seperti karakter lilin. Karena sumber cahaya terbatas, teknikfoto dengan kecepatan rendah. Split Lighting Split Lighting - Photo by: SamanthaSplit lighting teknik pencahayaan dengan menggunakan lighting dari salah satu sisi objek foto.Hasilnya objek terlihat separo dari keseluruhan objek foto. Banyak diimplementasikan pada jenis fotoportrait atau objek simetris. Kesan yang ditimbulkan bermacam-macam, tergantung dari keperluanfoto dibuat. Bisa misterius, penekanan karakter objek dan sebagainya. Horror Lighting Horror Lighting - Photo by: EkillianTeknik foto horor hampir mirip dengan teknik LOW LIGHT dan SPLIT LIGHTING,perbedaannyahanya pada ANGLEpengambilan objek foto dan sudut penempatan lampu serta ekspresi model.Kebanyakan posisi lampu diletakkan di bawah model.Butterfly Lighting Butterfly Light - Photo by: Oneslidefotography.comTeknik lighting ini menempatkan lampu utama di atas objek foto. Sehingga dihasilkan foto denganbayangan di bawah hidung menyerupai atau mirip bentuk kupu-kupu.LIGHTING jenis ini sangatcocok untuk foto kosmetik yang menonjolkan kecantikan objek foto. Rembrandt Lighting Rembrandt LightTeknik ini menggunakan satu atau dua lampu dan ditambah reflektor. Jenis pencahayaan ini banyakdigemari karena menghasilkan foto yang lebih berdimensi bahkan dengan peralatan lampu yangterbatas. Bentuk pencahayaan Rembrandt menghasilkan bentuk segitiga agak kontras disampinghidung atau di bawah mata.Sedangkan Rembrandt sendiri diambil dari nama pelukis yang sering melukis denganmenggunakan teknik pencahayaan seperti ini. Foto yang dihasilkan dengan teknik pencahayaan inimemberi kesan yang lebih berkarakter pada objek foto.D. Arah Cayaha/Pencahayaan pada Objek Front light Side light Back light E. Efek Cahaya/Pencahayaan pada Objek Highlight area Highlight adalah cahaya yang di berikan kepada objek fotografi, di mana membentuk bagian terang. Bagian yang di maksud adalah bagian yang paling banyak mendapatkan cahaya. Shadow area Shadow adalah bagian di mana objek yang paling sedikit mendapatkan pencahayaan/cahaya, sehingga yang dihasilkan nanti adalah bidang gelap (bayangan). Shadow tercipta karena cahaya yang datang terhalang oleh bagian tertentu dari objek yang akan di potret. Semakin keras cahaya yang menyinari objek, maka akan tercipta perbandingan highlight dan shadow yang amat kontras. Bagian terang menjadi sangat terang dan bagian gelap menjadi sangat gelap. Hal ini sangat mungkinkan terjadinya kehilangan detail dari objek yang difoto. Sedangkan apabila intensitas cahayanya semakin lembut menuju objek, maka dengan sendirinya perbandingan rasio ini menjadi turun. Namun apabila terlalu lembut, maka foto yang dihasilkan pun bisa terasa datar/flat.F. Alat dan Asesoris Pendukung Pencahayaan (indoor dan outdoor) - Lampu - Standar Reflektor - Softbox - Payung - Honeycomb - Light meter/flash meter - tripod Teknologi foto digital terus berkembang, berbagai alat bantu fotografipun bermacam- macam pula bentuk dan fungsinya. Dalam teknologi digital seperti sekarang, dibutuhkan segala hal yang praktis dinamis tapi bagus. Salah satunya adalah peralatan-peralatan fotografi, dalam hal ini adalah lampu untuk menghasilkan cahaya/lighting buatan (ARTIFICIAL LIGHTING). Saat pertama belajar fotografi, memang sering dibingungkan dengan berbagai peralatan lampu studio, baik untuk INDOOR fotografi maupunOUTDOOR fotografi.Dewasa ini, untuk menghasilkan cahaya buatan tidak selalu harus menggunakan lampustudio dengan harga yang mahal, STROBIST sebagai suatu teknik bermain cahayadengan menggunakan cahaya buatan dari lampu kilat (flash) adalah alternatif yangmurah. Meski dengan hasil yang tidak sebagus lampu studio, terbukti teknik ini banyaksekali digemari. Hanya berbekal 2 flash atau lebih sudah bisa membuat cahaya buatanyang menarik, tergantung mengkomposisikan dan pengaturan intensitas cahayanyasaja.Bahkan sekarang banyak dibuat oleh perusahaan-perusahaan cina alat bantumenyerupai asesoris lampu studio besar semacam, barndoor, honeycomb, standardreflector, snoot, softbox, dan lain-lain. Fungsi Asesoris dan Alat Pendukung Pencahayaanindoor dan outdoor Standar Reflektor: Berfungsi mengarahkan sinar ke objek. Cahaya yang dihasilkan sangat kuat dengan sudut pancaran yang terbatas. Softbox: Memiliki sifat melunakkan cahaya, merata, dan menghilangkan bayangan. Kuat sinar berkurang 3-4 stop, pancaran luas. Payung Pemantul: Melunakkan cahaya yang datang ke obyek agar lebih merata. Biasanya sinar yang datang ke obyek terlalu kuat dan menghasilkan bayangan pekat. Sifat cahaya yang dihasilkan kontras masih tinggi, kuat sinar berkurang 1-2 stop, sudut pancar cahaya luas. Payung Pemantul Payung Transparan Payung Transparan: Memiliki fungsi sama dengan payung pemantul, hanya saja cahaya yang dihasilkan lebih lunak, merata, dan lembut. Kuat sinar turun 2-3 stop. Honeycomb:Penyinaran lebih terarah, memusat, simetris,dan sudut penyinaran dipersempit. Biasanyadigunakan untuk penyinaran pada bagian-bagian tertentu, intensitas cahaya yangdihasilkan lumayan kontras tergantung ukuranhoneycomb (lubang-lubang tawon).Light meter/flash meter:Light meter adalah alat uji untuk mengukurintensitas cahaya atau mengukur jumlahcahaya yang masuk melalui alat uji ukurcahaya ini. Dalam fotografi, pengukur cahayayang sering digunakan untuk menentukaneksposur yang tepat untuk foto. Modelling Lamp Lampu untuk menghasilkan cahaya yang membantu kita untuk menentukan, melihat arah jatuhnya bayangan obyek. Biasanya hanya ada di lampu studio. Menyala sebelum lampu digunakan/di TRIGGER. Barndoor : Mengarahkan sudut pencahayaan agar lebih terarah pada bagian obyek yang diinginkan dan tidak menggangu bagian lain yang tidak ingin ditonjolkan/diperlihatkan. Fungsi lain Barndoor dikombinasikan dengan untuk menghilangkan efek FLARE/FOG saat lampu berhadapan dengan kamera. honeycomb dan gel/filterSebagian besar peralatan tersebut digunakan untuk lampu studio. Namun ada juga yangdibuat khusus untuk STROBIST mania, ukuran lebih kecil dan digunakan untuk flash/lampukilat dengan fungsi yang sama layaknya lampu studio profesional.Mini Lighting yang cocok untuk strobist mania.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS