Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Dibalik Bayangan Sebuah Jendela

Cerita ini mengisahkan tentang dua orang wanita yang sedang terbaring dirumah sakit, walau diruan31g yang sama tetapi mereka mempunyai penyakit yang berbeda. Satu pasien mengalami paru-paru yang membuatnya tidak bisa bangun dari tempat tidurnya dan disamping pasien itu mengalami tuna netra dan kanker.
Vita yang mengalami paru-paru lebih dulu menempati ruangan itu, tak lama datanglah resa pasien baru. Vita merasa senang, dia tidak merasa kesepian lagi diruangan itu karena sekarang sudah ada yang menemaninya yaitu resa. Ternyata pasien baru itu adalah sahabat lamanya yang tak lama jumpa.
Keesokan harinya vita yang terbaring lemas memulai pembicaraan kepada resa. Sampai akhirnya mereka bercakap-cakap tentang sekolah, keluarga dan sahabatnya sekarang. Tapi saat itu hanya vita yang memberi tahu tentang penyakit yang dialaminya, resa pun hanya diam dan termenung.
Vita yang tidak bisa bangun membuatnya sedih karena tidak bisa melihat keindahan diluar jendela seperti yang dikatakan oleh resa. Mendengar perkataan resa ingin sekali rasanya ia berdiri untuk melihat keindahan dibalik jendela tersebut. Vita merasa sedih karena ia tidak lebih beruntung dari resa yang bisa bangun dari tempat tidur dan melihat pemandangan, tapi resa tetap memberi semangat kepada vita. Sampai-sampai saat suster memeriksanya ia pun menyampaikan sesuatu untuk tidak memberi tahu tentang penyakit yang dialaminya karena resa hanya bisa memberi motivasi untuknya agar tidak terpuruk seperti itu. Dengan dibantu seorang suster ia bisa merahasiakan semuanya dengan rapi. Sampai vita pun menjadi merasa bangkit kembali saat resa selalu memberi semangat kepadanya.
Hingga pada akhirnya resa lah yang mengalami masa kritis karena penyakitya yang bertambah parah sampai membuatnya meninggal dunia, tetapi vita tidak mengetahui kalau resa ternyata sudah tiada, yang ia ketahui resa hanya pindah ruangan. Dikarenakan ruang resa lebih indah seperti yang ia ceritakan, akhirnya vita pun meminta untuk dipindahkan kesebelah yaitu ruangan resa. Tetapi setelah dipindahkan, dengan bingung ia melihat bahwa tidak ada jendela dan pemandangan disini. Vita pun langsung bertanya kepada suster tentang kejadian yang sebenarnya. Akhirnya suster pun menjelaskan yang telah terjadi, bahwa vita jauh lebih beruntung dibanding resa yang mengalami kebutaan dan kanker sampai merenggut nyawanya. Semua yang resa ceritakan itu hanya angan-angan semata untuk terus mendukungmu agar lekas sembuh karena sebenarnya mata resa telah buta sampai akhirnya tertutup untuk selama-lamanya. Vita pun tak kuasa meneteskan air matanya dan mempunyai semangat yang tinggi untuk sembuh sampai akhirnya ia bisa benar-benar sembuh.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar